MELODI INDAH MEMECAH KEHENINGAN
Ada seorang perempuan cantik bernama Tania yang
belajar di salah satu universitas negeri terkenal di Yogyakarta. Disitu Tania
tinggal di sebuah kontrakan kecil bersama teman-temannya. Dia juga mempunyai
teman baik bernama Risma. Risma ini adalah teman dekat Tania sekaligus teman
sekelasnya. Setiap hari ia masuk kuliah kecuali hari sabtu dan minggu ia libur.
Tania terkadang kuliah pada saat pagi,siang, dan malam hari. Ia berjalan dari
kontrakan menuju ke kampus menghabiskan waktu selama 10 menit.
Hari demi hari berganti dan hari rabupun datang. Detik
demi detik waktu berjalanan dengan cepat,cuaca sangat cerah dan terik panas
matahari sangat terasa sekali dikulit. Waktu menunjukkan sudah pukul 12.30, Kali
ini Tania kuliah tidak di gedung biasanya,melainkan digedung lantai empat yang
berjarak lebih jauh dari biasanya. Banyak mahasiswa pada saat naik kelantai dua
sampai empat memilih menggunakan lift. Karena kebayangkan kalau jalan kaki
capeknya seperti apa hehe.
Tania pun mulai bergegas untuk pergi ke kampus dengan
berjalan kaki sendiri. Tiba-tiba di tengah jalan ada suara motor dari belakang
dan ternyata itu adalah Risma. “ Tania, Barengan yuk.” ,” beneran nggak papa
nih ? oke,ayo. makasih ya” jawab Tania. Tania sendiri mau diajak barengan
karena ia sudah merasa kepanasan dan kelelahan berjalan kaki dari kosnya.
Sesampai di parkiran motor,Tania dan Risma mulai
beranjak untuk masuk ke dalam gedung. karena mereka merasa sudah lelah akhirnya
mereka memutuskan untuk naik lift. sambil menunggu liftnya turun ke lantai
satu, mereka berdua berbincang-bincang terlebih dahulu. setelah menunggu
beberapa detik pintu liftpun terbuka dan mereka masuk kedalam lift hanya berdua
saja. Pintu lift pun mulai tertutup dan berjalanan menuju ke lantai empat.
Sebelum sampai di lantai empat,tiba-tiba lift pun berhenti dilantai dua.
Ternyata ada dua orang cowok yang mau masuk. Jadi ada empat orang di dalam lift
tersebut yaitu Tania, Risma dan dua Mahasiswa cowok. Tania berdiri berada
didekat pintu,Risma dibelakang Tania, dan dua cowok tersebut berada di samping
kiri depan Tania. Tania berdiri sambil melihat lampu berwarna merah yang
menunjukkan lantai ke berapa. Suasana di dalam lift terasa hening,dari empat
anak tersebut tidak ada yang berbicara sama sekali. Tiba di Lantai tiga menuju
lantai empat, Tania merasa ada sesuatu yang akan terjadi di perutnya. Dan
melodi indah itu berbunyi dengan tidak disengaja “ tuttt “. Tania pun merasa
malu ia pura-pura tidak mengerti sambil menghentakkan kakinya. Pintu mulai
terbuka,satu cowok tersebut langsung keluar dulu dengan lari kecil dan teman
satunya menyusul dari belakang sambil ketawa dan menyebut nama cowok tersebut.
Tania dan Risma keluar setelah kedua cowok itu keluar, dan mereka berdua saling
lihat. Risma pun sedikit menahan senyum. Sambil jalan menuju ruang kelas, Tania
mulai bertanya pada Risma
Tania : “ eh tadi dengar suara nggak ?”
Risma : “ (Ketawa) iya,aku denger”
Tania : “( malu sambil ketawa) Ya allah,tadi aku nggak
sengaja eh keceplosan buang angin”
Risma : “(Ketawa terbahak-bahak) aku tadi juga sempet
menahan ketawa waktu didalam,dan mencari bau itu tapi syukur tidak ada “
Tania : “
hahaha,malu banget aku risma, dua cowok tadi mungkin kedenger seperti kamu yang
menahan ketawa”
Sampai di ruangan kelas mereka pun tetap tertawa karena
mengingat kejadian tersebut meskipun disitu ada dosen yang sedang menjelaskan.
Pengalaman Taniapun akan selalu dikenang dalam memorinya.
